Tuesday, 10 July 2012

photo session

Banyak yang bertanya bagaimana aku menjalani masa pacaranku dengan Josua. Awalnya aku mengira ini hanyalah pertanyaan biasa saja, seperti ketika ada orang yang bertanya bagaimana caranya memasak indomie tanpa minyak goreng? Akan tetapi setelah lebih dari lima pertanyaan yang sama diajukan kepadaku, aku menjadi kepikiran bahwa ini bukanlah pertanyaan biasa lagi melainkan telah naik level ke tahap kepo. Pertanyaan itu ada yang ditujukan langsung ke aku ada pula yang melalui "telegram". Aku mulai berpikiran bahwa  itu seharusnya bukanlah menjadi sesuatu yang harus dipertanyakan. Karena menurutku adalah hal yang lumrah menjalin hubungan romantis di usiaku yang sekarang. Akan tetapi, karena aku adalah manusia yang selalu berusaha berpikiran positif, aku pun mempersepsikannya sebagai bukti betapa banyaknya orang yang perhatian padaku.


Kembali ke pertanyaan awal, disini aku akan berbagi "hasil rajutan perjalanan kami berdua". Semoga tulisanku ini dapat menjawab berbagai pertanyaan yang belum terjawab ( yang mau muntah, dipersilahkan ke toilet :p).

Aku dan Josua, adalah tipe pemuda-pemudi rantau yang tidak terlalu bersedia menyisihkan waktu untuk mendekatkan diri terhadap keluarga kami masing-masing. Kami berdua memiliki persamaan, ingin bebas dan mandiri. Jangan heran, kalau di setiap waktu luang, kami lebih memilih untuk menghabiskannya dengan mengeksplor tempat-tempat yang belum pernah kami kunjungi daripada harus mengunjungi keluarga kami masing-masing. Bukan karena kami baru pacaran, akan tetapi lebih disebabkan kami berdua sama-sama kurang nyaman apabila harus selalu bergantung terhadap keluarga. Atau bahasa halusnya karena kami telah terlalu lama hidup mandiri di negeri orang tanpa sanak saudara sehingga  life style seperti inilah yang membuat kami nyaman. Bukan berarti kami berdua orang yang tidak peduli dengan keluarga, lho! Hanya saja, kami memiliki spidol yang berbeda dalam mewarnai hubungan silahturahmi dengan keluarga.


Cerita pun dimulai..

Josua, akhir-akhir ini sangat suka dengan dunia photography. Mungkin karena  basic dia yang memang suka seni dan lebih sensitif dibandingkan aku, jadi dunia photography menjadi tantangan baginya. Jadilah masa-masa kencan kami diselingi dengan photo session dimana yang jadi modelnya adalah aku. Dan di bawah ini adalah  beberapa hasil dari kesenangannya itu.



                           Foto ini diambil ketika kami jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah. 


                                                               Situpatengan, Jawa Barat

                                                             Kawah Putih, Jawa Barat

                                                                Pancoran, Jakarta



                                                           Pantai pangandaran, Jawa Barat



                                                         Museum Bank Indonesia, Jakarta


Masih manari-nari dengan jelas di mataku, dulu ketika aku masih SD, aku tidak terlalu percaya diri untuk tampil di depan kamera. Ada ketakutan yang luar biasa untuk mengekspresikan emosi. Akan tetapi, sekarang aku telah mengalami sedikit peningkatan dalam pengekspresian emosi, walaupun belum bisa dikatakan dapat A.


Dalam photo session ini, bisa dikatakan aku dan Josua saling melengkapi. Aku sedikit mulai suka difoto, dan Josua sedikit mulai suka photography. Jadi, tidak ada yang merasa dirugikan, dan mungkin kalian tidak perlu merasa heran lagi mengapa hanya fotoku saja yang ada. Bukan karna narsis, akan tetapi karena aku tidak ada bakat dalam hal seni termasuk photography sehingga dalam photo session ini nyaris tidak akan ditemukan foto Josua. Hahahaha..


Menghabiskan waktu dengan photo session itu adalah hal yang menyenangkan apabila kita memiliki view yang bagus dan mood yang oke. Untungnya di dalam hampir setiap photo session ini, kedua hal tersebut ada dalam bekal kami. Walaupun pulang-pulang dari sana, yang ada pastinya kelelahan. Dari pengalaman ini juga akhirnya aku belajar bahwa menjadi model itu tidak semudah yang aku duga sebelumnya. That's why, gaji para model itu besar, karena memang berbanding lurus dengan daya yang mereka keluarkan juga untuk pekerjaan itu.


Banyak hal yang kami alami selama photo session berlangsung, mulai dari kehausan dan berteduh di bawah pohon dari sengatan si jago merah, berdesak-desakan di dalam transjakarta, beli buah di pinggir jalan dan menghabiskannya di depan mall dengan sangat brutal, dan yang paling seru pastinya wisata kuliner di jalan-jalan  Jakarta berhiaskan debu dan asap dari berbagai kendaraan. Dalam hati aku berdoa, semoga tidak ada mahasiswa dari tempatku bekerja yang melihatku dalam keadaan kumal seperti itu. Tapi, over all kami sangat menikmatinya. Menurutku itu sangat romantis! :p


Melalui perjalanan dengan tema photo session, kami belajar satu sama lain. Belajar mengenal karakter masing-masing. Menyuarakan kemauan, memperdebatkan ide, beradu inisiatif, dan pengambilan keputusan mulai dari mau naik angkot atau jalan kaki, dsb. dapat kami share satu sama lain. Ada saatnya kami akan saling berdiam diri untuk menyesuaikan posisi masing-masing dan ada saatnya kami akan tertawa bersama-sama untuk kesalahan maupun keberhasilan yang kami lalui.


Aku sangat bersyukur dapat menjalin hubungan romantis di usiaku yang sekarang. Setidaknya dari aku sendiri, aku merasa telah merasa cukup tertantang dalam mengontrol emosi dan menentukan sikap. Aku tahu perjalanan kami masih panjang dan aku juga tahu bahwa jalan yang kami lalui tidak akan selalu seperti sekarang, untuk segala sesuatunya pasti ada waktunya. Oleh karena itu, aku belajar menyikapi berbagai kondisi yang nantinya akan mungkin terjadi di antara kami. Aku bahagia dengan hubungan ini dan aku tertantang untuk melanjutkannya.

No comments: