Wednesday, 15 August 2012

TO BE NUMBER ONE

Tadi malam setelah hampir empat tahun, aku berani bertanya pada diri sendiri, "Mengapa aku mau aktif di kegiatan alumni SMAku?" Sebuah pilihan yang telah aku ambil tanpa aku sadari bahkan tanpa pernah aku pikirkan. Malam itu, dengan ditemani suara detik jam weker di kamarku, aku mengingat kembali moment-moment awal aku bergabung.
Ketakutanku terhadap  gelap dan kesunyian,  sirna sudah untuk sesaat dengan adanya pertanyaan itu. Tapi, itu hanya bertahan beberapa menit saja. Di menit selanjutnya  aku menyerah, aku malas berpikir, malas menemukan jawabannya. Atau mungkin karena aku tidak mau tahu dengan jawabanku nantinya.

Dan aku pun akhirnya terlelap, membawa ketakutanku dan pertanyaanku ke dalam tidurku. Berharap mereka bisa aku tinggalkan di dalam tidurku nantinya. Ketika pagi datang, yang ada hanyalah aku tanpa mereka. Tapi ternyata, mereka tidak mau ditinggalkan atau mungkin aku yang tidak mau meninggalkan mereka.
Di pagi hari, aku masih bersama mereka untuk menjalani Rabu, 15 Agustus 2012 ini.

Sepanjang hari Rabu ini, pertanyaan itu masih menuntut untuk dijawab. Dan aku sendiri, tidak sedang dalam kondisi yang oke untuk berpikir, jawaban apa yang akan kuberikan. Tiba-tiba saja aku membenci kepada yang telah melahirkan pertanyaan ini di kepalaku.

TO BE NUMBER ONE
adalah motto sekolahku di SMA.
Salah satu sekolah terbaik di kampung halamanhu.

Pertanyaan selanjutnya timbul dalam hatiku, adakah motto ini berdampak terhadap keRANIanku, TO BE NUMBER ONE?
Apakah di alam bawah sadarku juga terukir motto ini untuk berperilaku dan berbicara sesuai dengan motto ini?

aku tak tahu, dan sepertinya aku belum siap untuk menemukan jawabannya.

No comments: