Wednesday, 7 November 2012

pemalas

Banyak orang di sekitarku yang menyalahkan pemerintah dan berbagai sistem di Indonesia yang sangat jauh dari kesejahteraan. Korupsi dimana-mana, bukan hanya di pemerintahan tapi di semua aspek kehidupan.
Memang benar, korupsi yang terjadi di pemerintahan terlihat lebih nyata karena banyak media yang meliputnya dan berdampak langsung dengan rakyat, akan tetapi kita sebagai rakyat juga berkontribursi di dalamnya. Justru kita jugalah yang paling ganas dalam melakukan korupsi dan sayangnya media tidak berhasil meliputnya.

Saya awali pengamatan saya dari rekan-rekan muda yang ada di sekitar saya.

Kebenaran sekarang saya tinggal di sekitar Jakarta Barat, dan saya sering sekali melakukan perjalanan ke bagian Jakarta lainnya di akhir minggu. Sepanjang jalan saya sering melakukan pengamatan terhadap orang-orang yang saya lihat. Terkadang saya suka iseng menghitung jumlah orang disepanjang perjalanan saya, yaitu mereka yang berdiri, duduk, mengurumpi, bengong - saya klasifikasikan tidak melakukan kegiatan yang berarti. Dan amazing sekali, jumlah mereka sekitar 500 - an orang. Jumlah yang sangat besar sekali, dan rata-rata mereka adalah usia produktif!
Lalu saya berpikir, kok bisa ya mereka nyaman dengan duduk seperti itu tanpa melakukan kegiatan apapun?
Segitu malasnyakah bangsaku ini untuk menggerakkan badannya?

Hal yang sama juga terjadi di tempat saya bekerja. Kebenaran situasi bekerja saya adalah di antara mahasiswa. Saya mengobservasi perilaku mereka dimana kemalasan sangat mendominasi mereka. Mereka bisa betah duduk, bersantai-santai, nongkrong selama berjam-jam.

Di Jakarta ini ada begitu banyak tempat nongkrong dan rata-rata itu selalu penuh.
Generasiku adalah generasi yang pemalas, tidak mau jalan kaki, sangat tergantung dengan kendaraan, dan tidak sadar diri dengan keadaannya.

lalu dari mulut kami, akan sangat kencang berteriak kalau pemerintah kami adalah pemalas dan koruptor!
Kami lupa kalau kami juga melakukan hal yang sama. Kami juga pemalas dan koruptor sama dengan para pemerintah. Bedanya cuman satu, pemerintah yang koruptor langsung diliput oleh media, sementara kami yang melakukan korupsi waktu tidak diliput oleh media.

Sangat mengerikan menjadi bagian dari masyarakat sekarang.
Sangat memuakkan untuk hidup di dunia yang sekarang.

Menyalahkan orang lain tanpa intropeksi diri.

Moral dan etika kami telah hancur.


Ada begitu banyak

No comments: