Tuesday, 5 March 2013

Bilakah impianku akan datang?

Setiap orang memiliki impian. Karena aku orang, maka aku pun memiliki impian. Impianku adalah memperoleh pendidikan setinggi mungkin. Aku suka belajar, belajar apapun. Akan tetapi beberapa tahun ini aku lebih banyak belajar mengenai perilaku manusia, yang tentunya dalam berbagai bentuk penerapan.
Sejak kecil, aku selalu kehausan akan informasi, haus akan bacaan, haus akan ilmu, dikarenakan rasa keingintahuanku yang besar.

Akan tetapi aku tidak seberuntung orang-orang pada umumnya. Dalam perjalananku untuk memuaskan keingintahuanku, aku harus melakukan usaha ekstra, yaitu mencari tahu sendiri dengan sarana dan prasarana yang terbata. Tidak ada guru, mentor, ataupun pembimbing, dan minimnya media pembelajaran yang bisa kujadikan tempatku untuk memuaskan keingintahuanku. Keadaan ini  memaksaku untuk berpikir dalam mencari tahu sendiri hampir semua informasi yang ingin kuperoleh. Misalnya, aku belajar bahasa Inggris tanpa bantuan siapapun. Kalau teman-temanku mempelajarinya dengan mengikuti kursus dan atau stimulus-stimulus yang diberikan oleh orang tua atau orang-orang di sekitarnya, tidak demikian denganku. Aku menggali bahasa ini dengan caraku sendiri, yaitu dengan berpikir dan menganalisa bahasa itu.

Demikian halnya dengan memasak. Orang tuaku atau orang dewasa di sekitarku tidak pernah mengajarkanku memasak. Aku belajar untuk memasak dengan caraku sendiri. Dimana belajar memasak tidak mungkin kulakukan di rumah orang tuaku, karena orang tuaku akan sangat marah sekali untuk tiap bahan makanan yang nantinya akan berakhir menjadi pamurian. Lalu aku belajar dimana? Aku belajar memasak setelah meninggalkan rumah orang tuaku.

Mungkin itulah yang membuatku sering merasa menjadi orang yang tidak berguna ketika tidak melakukan apapun.  Karena aku telah terbiasa untuk berpikir dan bertindak.
Alhasil tidak ada kata menunggu dalam keseharianku. Apa yang bisa kulakukan hari ini, lakukan!
Dan dalam banyak pengalaman, hanya kegagalanlah yang membuatku jalan di tempat atau putar haluan, karena apabila tidak ada kegagalan maka sepanjang jalan hidupku aku akan maraton untuk memuaskan keingintahuanku.

Ya, aku sangat suka belajar. Belajar apapun.
Dan orang-orang mengatakan bahwa aku adalah orang yang fast learning. Mungkin karena kebiasaanku untuk belajar dengan waktu yang minim ketika tinggal dengan orang tuaku. (aku harus pintar membagi waktu antara belajar dan membantu orang tuaku jualan).

Lalu, kalau aku adalah orang yang suka belajar dan fast learning, lalu mengapa aku tidak ahli dalam hal apapun?
Karena aku tidak pernah memiliki waktu yang cukup untuk menggali lebih dalam lagi akan sesuatu yang sedang kupelajari. Bukan hanya sarana dan prasarana, melainkan juga waktu. Aku dipaksa oleh keadaan untuk belajar hal lain sebelum aku menguasai apa yang sedang aku pelajari.

Bilakah impianku itu akan datang?
Belajar dengan sarana dan prasarana yang memadai, dan waktu yang cukup?

No comments: