Saturday, 28 September 2013

Bekerja adalah panggilan

Berbagai macam cara yang dilakukan orang untuk mendapatkan uang, mulai dari yang halal sampai yang tidak halal. Walaupun untuk saat ini, bagiku sepertinya semua pekerjaan yang berhubungan dengan bisnis sudah menjadi tidak halal bagiku karena dalam banyak kondisi, pekerjaan itu sudah menyimpang dari etika maupun moral kemanusiaan (kebanyakan). Pekerjaan bukan semata-mata untuk mencukupi kebutuhan lagi melainkan sudah merambah untuk menguasai dan menjadi tamak. Walaupun semua jenis pekerjaan itu sebenarnya baik adanya hanya saja manusia-manusia yang ada di dalamnyalah yang menjadikan pekerjaan itu menjadi tidak bermoral dan beretika atau merongrong hak azasi.

Tiga perusahaan dengan jenis pekerjaan yang berbeda telah aku perankan dalam tiga tahun terahir ini. Walaupun ketiga pekerjaan ini dapat aku kategorisasikan menjadi jenis pekerjaan jasa, karena disitulah pendidikan terakhir yang kujalani dapat kukembangkan.
PT Star Performa adalah pekerjaan yang pertama kujajaki dalam karirku. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa, konsultan manajemen. Pengertian awamnya, membantu setiap perusahaan dalam menjalankan bisnisnya,  baik itu dalam bidang IT, manajemen, maupun ke-HRD-an. Setelah berkecimbung dalam perusahaan ini, aku mendapatkan pengetahuan bahwa tidak semua perusahaan dibangun dengan pengetahuan yang baik mengenai perusahaan tersebut. Dibalik kesuksesan sebuah perusahaan ternyata ada tangan-tangan para konsultan yang bertugas untuk mengkonsepkan visi misi, strategi pasar, nilai dari perusahaan, dan bahkan budaya kerja dalam perusahaan itu. Itu semua tidak datang dengan sendirinya, semuanya itu dikonsepkan dengan kerja sama yang baik antara pemilik perusahaan dan konsultan. Sebagai konsultan, kemampuan analisa tentunya sangat dibutuhkan, karena kita harus mampu memetakan akar permasalahan yang ada di perusahaan klien dimana klien kita itu belum tentu menyadari hal itu. Sebenarnya sistem kerja di perusahaan ini sangat mirip dengan sistem kerja yang ada di dunia konseling dalam psikologi. Sebagai psikolog, kita harus mampu menggali (baca. menganalisa) klien sehingga kita bisa membantunya untuk keluar dari permalasahan yang dihadapi. Hanya saja, bedanya, dalam dunia psikologi yang kita hadapi adalah manusia, dalam pekerjaan saya yang pertama ini yang dihadapi adalah sistem yang akan diperlakukan kepada manusia. Dengan kata lain, ilmu psikologi masih tetap dibutuhkan.
Selain kemampuan analisa, wawasan yang luas juga sangat dibutuhkan dalam jenis pekerjaan ini. Logikanya, seorang konsultan adalah orang yang membantu klien dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan perusahaannya. Karena kita yang membantu beranrti kita adalah orang yang memiliki kekutaan yang lebih dari klien tersebut. Dengan kata lain, wawasan kita seharusnya sudah lebih banyak dan lebih unggul dari setiap klien, sehingga kita bisa memberikan masukan kepadanya mengenai perusahaan yang dimiliki dia sekarang. Salah satu cara yang dilakukan untuk menambah waawasan adalah dengan membaca, tanggap dengan informasi yang berkembang dalam dunia bisnis, dan keinginan yang kuat untuk belajar.
Yang ketiga adalah kreatif. Dalam memberikan ide kepada klien, tentunya klien tidak melulu kita berikan ide yang sudah berlaku umum di dunia bisnis. Dibutuhkan solusi yanng kreatif yang menjadikan perusahaan klien kita menjadi perusahaan yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan perusahaan yang menjadi pesaingnya di dunia bisnis. Kekreatifitasan ini tentu saja tidak datang sendirinya.
Selain itu, seorang konsultan juga harus memiliki pemikiran yang visioner. Mampu memprediksi dan mengambil peluang di masa yang akan datang. Ide yang akan diberikan kepada klien adalah ide yang akan diterapkan dalam beberapa tahun yang akan datang dan hasilnya tentu saja baru dapat dinikmati setalah ide itu diterapkan. Oleh karena itu, kitalah orang-orang pertama yang mengetahui mau dibawa kemana perusahaan itu dan mau dijadikan seperti apa, tentu saja semua konsep yang kita berikan yang mengambil keputusan tetap klien kita.
Kelebihan bekerja di perusahaan seperti ini adalah kita akan belajar dari banyak perusahaan. Kita tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari perusahaan itu. Kita juga memiliki kesempatan untuk bertemu dengan para pemilik perusahaan itu yang membuat kita semakin diasah dan kalau beruntung kita bisa "mencuri" ilmunya juga melalui diskusi-diskusi yang kita lakukan dengan mereka. Bukankah semakin banyak kita bertemu dengan para pemain dalam bisnis akan membantu kita juga untuk mendapatkan wawasan dan pengalaman? Berbeda dengan ketika kita bekerja di sebuah perusahaan retail, pharmasi, FMCG, chemical, manufaktur, tekstil, banking, dsb. Kita hanya mengetahui mengenai satu hal yaitu divisi kita,  kalau kita beruntung dan memiliki keinginan untuk megekplor paling-paling kita bisa menambah wawasan kita dengan pengetahun dasar mengenai perusahaan itu dan siapa saja pesaingnya. Di dunia konsultan kita akan selalu belajar mengenai hal-hal baru dari berbagai jenis perusahaan, tidak fokus dengan hanya satu divisi saja, akan tetapi segala sesuatu yang berhubungan dengan pengambil keputusan dallam sebuah perusahaan.

Pekerjaan kedua yang aku lalui adalah perusahaan pendidikan- BINUS University. Sebagai mantan konsultan, pemikiranku yang kritis mengenai sebuah perusahaan membuatku untuk menganalisa manajemen, strategi, budaya kerja, misi dan visi, dan nilai dari perusahaan ini. Kalau sebelumnya saya bekerja dengan, membantu perusahaan klien dalam menjalankan perusahaannya, di perusahaan ini saya menjadi orang yang melaksanakan apa yang dikonsepkan oleh konsultan. (dunia ini memang berputar,bukan?). Satu-satunya kelebihan yang dimilliki oleh perusahaan ini adalah perusahaan ini memiliki modal yang besar untuk membangun brand mereka. Seperti yang kita tahu, brand adalah salah satu ujung tombak dunia bisnis. Tak banyak yang bisa saya bagi mengenai perusahaan ini. Perusahaan ini membuat saya menyadari bahwa karakter saya yang visioner, kritis, yang selalu haus dengan pengetahuan, tidak cocok untuk posisi yang saya pernah saya handle di sana.

Yang ketiga dan semoga ini yang terakhir, pekerjaan saya masih tidak jauh-jauh dari bisnis jasa. Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan yang bertujuan untuk membantu perusahaan lain dalam mencari kandidat yang nantinya dipekerjakan dalam perusahaan mereka untuk level manager ke atas. Pekerjaan ini juga tidak jauh berbeda dengan pekerjaan yang saya lakukan pertama kali. Membantu klien dari berbagai perusahaan. Bedanya kalau di perusahaan yang pertama saya bertemu klien untuk membantu mereka dalam menjalankan bisnis mereka, di perusahaan yang sekarang, lebih spesifik lagi, membantu divisi HRD dalam proses perekrutan. Dimana, banyak perusahaan, untuk level manager ke atas biasanya mereka tidak memiliki tim recruiter. Oleh karena itu, mereka membutukan koonsultan yang bergerak di bidang jasa untuk membantu mereka mencari kandidat untuk mengisi posisi yang masih kosong. Dalam dunia bisnis, perusahaan ini dikenal dengan head hunter. Kamilah orang-orang yang membantu para karyawan yang tidak memungkinkan atau memiliki peluang yang sedikit untuk dipromosikan menjadi manajer atau menjadi general manajer atau untuk posisi yang lebih tinggi lagi karena masalah-masalah internal di perusahaan mereka. Dengan kata lain, kami membajak para karyawan terbaik dari sebuah perusahaan dengan memberikan benefit yang lebih baik dari yang mereka dapatkan di perusahaan sebelumnya. Jadi, apabila di antara kalian ada yang sudah mulai jenuh dengan kondisi pekerjaan yang tidak membantu anda untuk berkembang lagi, silahkan kirimkan cv terbaru anda kepada kami, kami akan menganalisanya dan membantu anda mencarikan pekerjaan yang lebih baik kepada anda dan sesuai dengan pengalaman anda tentunya.

Di kota-kota besar di Pulau Jawa ini, keberadaan head hunter sudah sangat menjamur dan sudah sangat familier di telinga mereka yang adalah pemain di dunia bisnis. Akan tetapi di luar Jakarta, keberadaan head hunter ini masih sangat asing dan bahkan tidak diketahui keberadaannya. Seperti yang saya sebutkan di atas, head hunter adalah perusahaan yang bergerak di bidang perekrutan untuk level manager ke atas, dimana biayanya gratis bagi para kandidat. Tidak ada tagihan yang akan diberikan kepada para kandidat dalam mengikuti proses ini. Lalu darimana para head hunter mendapatkan keuntungan? Kami mendapatkan bayaran untuk setiap kandidat yang berhasil kami tempatkan di sebuah perusahaan yang notabene adalah klien kami. Oleh karena itu, silahhturahmi yang baik dengan para klien sangat penting bagi kami para head hunter demi keberlangsungan kerja sama bisnis ke depannya.
Lalu bagaimana sistem kerja kami?
Sesaat setelah kami mendapatkan kerja sama dengan perusahaan X dimana mereka membutuhkan Manager X, maka kami akan mencari kandidat tersebut di pasar bisnis. Melakukan interview dan mengirimkan hasilnya ke klien kami. Apabila klien kami merasa oke dengan pilihan kami, maka kami pun akan dibayar oleh klien tersebut.  Oleh karena itu, sangat penting bagi para kandidat untuk menjalin silahturahmi yang baik juga dengan para head hunter. Karena selama kita masih menggantungkan diri dengan pekerjaan, maka besar peluangnya suatu ketika kita membutuhkan bantuan head hunter. Di samping itu, banyak kesempatan pekerjaan yang biasanya tidak disebarluaskan lewat surat kabar, iklan lowongan pekerjaan on line, dan bahkan oleh perusahaan itu sendiri, melainkan dipercayaan hanya kepada head hunter.

Kesimpulan sementara yang saya dapatkan dari pengalaman saya bekerja adalah bahwa saya memiliki kecenderungan yang besar dalam membantu orang lain. Jadi, pekerjaan-pekerjaan jasa yang mewajibkan saya membantu orang lain sepertinya akan selalu memberi saya kekuatan untuk melanjutkan hidup ini. Hanya saja, pemikiran saya yang masih idealis, membuat saya terkadang terbentur dengan realita yang ada. Bahwa dalam dunia bisnis tidak ada yang namanya bantuan yang tulus dan iklhas, profit adalah orientasi utama. Mungkin, salah satu cara yang saat ini masih sedang saya perjuangkan adalah belajar untuk menurunkan standar idealisme saya. Seandainya kalau saya boleh memilih, saya tidak ingin berurusan dengan dunia bisnis dan politik. Karena kedua jenis dunia ini saat ini sangat jauh dari apa yang disebut dengan kemanusiaan, etika, dan moral.
Masih terus berdoa, meminta Tuhan Yesus selalu membantuku menjalani peranku dalam market place.





No comments: