Wednesday, 12 November 2014

Sendiri

Aku tidak ingat sejak kapan dan mengapa aku menjadi orang yang malu untuk minta tolong, sebelum kulakukan yang bisa kulakukan dan sebelum ada penawaran bantuan. Aku tidak seharusnya menjadi perempuan yang selalu tampil kuat dan tegar. Aku seharusnya menunjukkan kepada orang-orang bahwa aku tidak memiliki kekuatan untuk melanjutkan beban ini. Tidak seharusnya aku memaksakan diriku untuk memikulnya sendirian. Tapi, disinilah aku, memilih untuk menjalaninya sendiri dengan Tuhan. Aku menutup semua pertolongan yang aku yakin akan selalu ada untukku. Karna aku tahu, aku dikelilingi banyak cinta. Cinta yang hanya akan datang di saat aku memutuskan untuk memintanya. Dan aku memilih untuk menjalaninya sendiri.

Sesungghuhnya, aku tidak tahu hendak melakukan apa dengan hidupku. Aku merasa bersalah apabila tidak melakukan apapun di dalam 24 jam. Aku merasa bersalah menghirup oksigen gratis tanpa berkarya. Aku merasa bersalah karena aku tidak bisa menjadi ibu rumah tangga atau menjadi istri yang melakukan segala pekerjaan rumah tangga dengan sangat baik. Aku tidak terlahir untuk melakukan itu. Aku tidak memiliki semangat, bahkan untuk membersihkan rumahku sendiri. Aku bahkan tidak tahu, apakah aku harus membuka mataku ketika jam enam pagi tiba. 

Apa yang terjadi pada diriku? Aku ingin sendirian tapi tidak mau menjalaninya tanpa ada seorang pun manusia di dekatku. Aku tidak mau bangun tidur tapi aku juga tidak mau tidur seharian. Aku tidak mau membersihkan rumahku tapi aku juga tidak mau meminta orang lain melakukannya dan aku tidak suka dengan hal yang kotor dan bau. Aku tidak tahu apa yang aku inginkan. Aku ingin bekerja tapi aku tidak yakin apakah aku sanggup untuk menghadapi kemacetan Jakarta? Aku bosan di rumah, yang kuanggap tidak ada yang bisa kukerjakan di rumah sementara ada begitu banyak pekerjaan.
Sesungguhnya, aku tidak tahu apa yang kuinginkan. Aku sama sekali tidak memiliki rencana apapun di dalam hidupku. Sepertinya semuanya menguap entah kemana.

Aku bahagia karena aku memiliki rumah, aku masih bisa makan, aku memiliki tempat tidur yang nyaman. Aku bahagia karena aku memiliki suami yang menurutku sangat mencintaiku. Tapi, aku tidak bisa mengontrol air mataku. Aku tidak memiliki semangat untuk ke luar dari rumah bahkan hanya untuk merasakan sinar matahari. Sesungguhnya, aku bosan menghabiskan tiap detik di rumah saja, akan tetapi aku tidak memiliki keberanian untuk melihat dunia luar. Dan disinilah aku, menikmati kesendirianku di dalam rumah, sendiri.

No comments: