Sunday, 28 December 2014

Merry Christmas, my lovely son


Butuh tiga bulan lebih untuk bisa berdiri di sini, menerima bahwa kau telah kembali kepadaNya. Butuh tiga bulan lebih untuk bisa berdamai dengan situasi ini
bahwa aku melahirkanmu tanpa mendengar tangismu
aku hanya diberi waktu 28 minggu untuk merasakanmu di dalam rahimku
bahkan untuk menyentuhmu, menggendongmu, aku tak diberi waktu

Orang-orang di sekitarku bilang bahwa kau sudah tenang bersamaNya
dan memintaku untuk melupakanmu
tak sedikit juga yang memintaku untuk tidak menyebutmu di dalam perbincanganku
maksud mereka baik, katanya itu demi kau dan demi aku
tapi sebenarnya tidak seperti itu
ada pula yang berdoa agar aku cepat mendapatkan penggantimu kembali
seolah-olah kau adalah barang yang bisa digantikan

jujur,
aku membenci mereka yang memintaku untuk melupakanmu
aku membenci mereka yang memintaku untuk tidak membawamu dalam perbincanganku

bagian - bagian paling sulit adalah
ketika aku harus turut berbahagia dengan mereka yang diberikan kesempatan lebih lama dengan bayi mereka
ketika aku harus tersenyum melihat bayi-bayi lain
ketika aku tidak boleh menangisi ketiadaanmu disini
dan ketika aku harus menerima bahwa inilah yang terbaik untukmu, untukku, dan papamu

syukur padaNya,
akhirnya aku cukup kuat untuk berdiri di sini,
memandangi nisanmu dan memberikan bunga-bunga ini di makammu

syukur padaNya,
akhirnya aku bisa mengatakan
Merry Christmas, my lovely son






No comments: