Sunday, 8 February 2015

our first anniversary



Hari ini, tepat satu tahun aku telah menunaikan janji kami (aku dan Josua) untuk menjadi satu di dalam sebuah ikatan pernikahan.
Menjadi satu di dalam kapal kehidupan kami, sampai tiba waktunya kami berlabuh di rumah Bapa yang kekal

Suka kami, memiliki rumah dari hasil keringat kami
Bahagia kami, mengisi rumah dengan ide kami
Tantangan menggembirakan, menulis kisah rumah tangga kami dengan aku dan Josua sebagai pemeran utama
Membuat batas dengan mereka yang ingin mengintervensi
Hanya kami, aku dan Josua, sementara keluarga, kenalan dan tetangga hanyalah pelengkap

Sangat indah ketika kami memiliki keleluasaan untuk menjadikan hubungan yang kami inginkan
Sangat melegakan ketika kami menjalaninya di atas kesadaran kami
Kendali penuh, keputusan, dan solusi ada di aku dan Josua tentu saja dengan restu Tuhan

Terkadang amarah menyapa
Terkadang kami menguraikan kelemahan masing-masing
Tapi dengan kekuatan yang dari Tuhan dan dengan pendidikan yang kami terima
kami berusaha mengatasinya dengan cara kami, tanpa pihak ketiga

Satu hal yang kunikmati, memulai hidup baru dengan keluar dari lingkaran keluarga, sahabat, dan lingkungan sesuku membuat kami semakin kuat dan belajar mengosongkan diri untuk bisa diisi dengan kebiasaan yang akan kami tuliskan.
Kami tidak menyesalinya dan sangat menikmatinya walau tidak segalanya tidak semudah seperti aku menuliskan kalimat-kalimat ini.
Menjadi anggota masyarakat tanpa ada satupun yang dikenal dengan lingkungan baru, suasana baru, dan status baru, hanya dengan beriman dan berharap bahwa Tuhan akan selalu memberi kekuatan.

Tahun 2014, menjadi tahun yang indah untuk dikenang.
Indah ketika Tuhan mengizinkan aku menerima Josua dariNya,
Indah ketika Tuhan mengambil kembali anak kami, Jordan..
Indah ketika Tuhan mengizinkanku untuk ke luar dari pekerjaanku
Tiga keindahan yang membuatku bisa mengatakan bahwa Tuhan begitu hebat berkarya di dalam kehidupanku.
Hanya karena Dia adalah Tuhanku, yang selalu ada untukku dan yang akan selalu menyediakan segala yang kubutuhkan.

Seperti ayat renunganku dan Josua di hari ulang tahun pernikahan kami,
Mazmur 23:5, "Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah."
Aku semakin percaya bahwa segala kekecewaan dan kehilangan yang menyakitkan yang terjadi padaku membuktikan bahwa Tuhan ada bersama-sama dengan aku dan Josua, di dalam ketakutan, kekecawaan, dan masa-masa kesepian. Tuhan memiliki kekuatan dan keinginan yang besar untuk memulihkan semua luka dan menggantikannya dengan sukacita, pengharapan dan kepercayaan.

Hanya karena Tuhan yang memberikan kekuatan dan hanya karena Tuhan yang telah memberikan Josua di dalam kehidupanku, membuatku bisa tersenyum walau mataku menangis.


No comments: