Tuesday, 14 April 2015

Recruiter : Panggilan Hidup



Beberapa tahun lalu, ketika aku masih SMA aku memiliki impian untuk menjadi seorang pekerja sosial. Membantu mereka yang berada di posisi kurang beruntung, baik secara materi maupun mereka yang tidak memiliki akses untuk merasakan fasilitas kehidupan yang manusiawi. Hal ini tidak langsung terjadi, aku membutuhkan empat tahun untuk berkelana dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain. Dalam empat tahun aku bekerja di tiga perusahaan, bukan karena aku tidak setia dan komit dengan perusahaan - perusahaan tersebut. Akan tetapi lebih dikarenakan aku tidak mampu menghidupi visi dan misi dari ketiga perusahaan dimana aku pernah bekerja.
Saat ini, di tahun kelimaku meninggalkan jaket kuning, akhirnya Tuhan mengizinkanku untuk menjadi pekerja sosial. Aku diberi kesempatan untuk mengambil bagian di organisasi kemanusiaan yang lebih dikenal dengan NGO. Sebuah hadiah yang kudapatkan setelah perjalanan karirku yang mengecewakanku. Sebuah hadiah yang luar biasa indahnya dimana aku bisa bekerja di organisasi , dimana visi dan misinya sesuai dengan nilai-nilai yang kuimani selama ini.

Tidak ada yang kebetulan, bagiku Dia telah merangkainya menjadi sangat indah bagiku. Mendapatkan pekerjaan ini memberiku kekuatan untuk bangkit kembali dari keterpurukanku setelah Tuhan mengambil kembali anak kami. Seandainya, Tuhan tidak mengambil anak kami, kemungkinan besar sampai sekarang aku tidak akan pernah bekerja di organisasi yang sesuai dengan nilai-nilai yang kuimani ini. Mungkin selamanya aku akan menjadi orang yang bekerja hanya untuk memperkaya satu individu saja. Dan impianku untuk menjadi pekerja sosial hanyalah tinggal impian.
Moment dimana aku mendapatkan pekerjaan ini, membuatku semakin merasakan arahan Tuhan di dalam kehidupanku. Setiap duka yang kujalani, Tuhan menghadiahiku sebuah berkat yang menurutku sangat luar biasa sekali. 

Tidak semua orang di dunia ini yang bisa mendapatkan impiannya dan hidup di dalam impian itu. Dan aku adalah si manusia beruntung itu. Aku menjadi manusia yang terberkati. Satu-persatu dari apa yang telah kuimpikan ketika aku kecil dan remaja, semuanya diberikan oleh Tuhan. Dan, semuanya itu diberikannya sesuai dengan waktunya.
Aku tahu, Tuhan tidak memberikannya dengan seketika. Dia mengizinkanku untuk mengikuti prosesnya. Setiap hari Dia membentukku menjadi bejanaNya yang layak untuk mempermuliakan namaNya.

Satu hal yang paling kunikmati menjadi seorang HR (pekerjaanku yang sekarang) lebih tepatnya sebagai seorang recruiter di organisasi sekarang ini adalah aku  melakukan interview yang tujuannya bukan  untuk mengklasifikan orang-orang sesuai dengan kompetensinya, seperti yang dilakukan HR pada umumnya, melainkan aku membantu orang-orang untuk menemukan panggilan hidupnya di dunia ini. Setelah tiba  di posisi ini, saat ini,  memberikan pemahaman baru bagiku, dimana akhirnya aku bisa mengangkat rasa bersyukurku untuk setiap masa-masa sulit yang kujalani di dalam kehidupanku. Berada di posisi ini, akhirnya semakin membuatku mengerti mengapa Tuhan mengizinkan banyak duka terjadi di dalam kehidupanku. Aku semakin memahami alur kehidupan yang telah Tuhan tuliskan untuk kuperankan di dunia ini. 

Satu hal yang kuyakini adalah bahwa setiap kita memiliki panggilan. Dan tugasku sebagai seorang recuiter adalah membantu setiap orang yang Tuhan kirimkan untuk bertemu denganku mendengar apa yang menjadi panggilan hidup mereka. Itulah yang kulakukan di organisasi yang sekarang. Setiap hari aku melakukan interview dengan tujuan agar mereka yang Tuhan izinkan untuk bertemu denganku mampu mendengar dengan mengimani apa yang menjadi panggilannya. Dan ini bukanlah pekerjaan yang mudah karena secara manusiawi terkadang aku masih dibutakan oleh rasa kasihan dan perasaan bersalah kepada mereka yang aku interview. 

Ketika hal ini terjadi, saat itulah aku tahu bahwa aku masih tetap membutuhkan arahan Tuhan. Apa yang telah kualami selama ini, masih belum cukup untuk menjadi bekalku dalam membantu sesamaku untuk menemukan panggilan hidupnya. Dan untuk itu aku bersyukur karena selamanya aku akan tetap bergantung kepada Tuhan. Aku bersyukur Dia tidak langsung memberikan seluruh pengetahuan dan kepakaan itu secara menyeluruh kepadaku. Melainkan Dia memberikanNya tepat sesuai dengan kapasitasku dan sampai sekarang aku tetap belajar untuk taat, belajar untuk tetap bergantung kepadaNya.

No comments: