Friday, 4 September 2015

Happy Birthday, Jordan..

Hari ini, aku sengaja memutuskan untuk tidak ke kantor karena hari ini tepat satu tahun Tuhan memanggil anak kami, yang aku dan Josua  panggil Jordan. Orang-orang di sekitar kami tidak setuju dengan cara kami mengenangnya. Bagi mereka, aku dan Josua sudah saatnya melupakannya dan tidak pernah mengungkitnya lagi. Seolah-olah membicarakan Jordan, adalah hal yang tabu. Alasannya hanya satu, agar aku dan Josua tidak sedih lagi. Akan tetapi mereka tidak tahu bahwa caraku untuk berduka adalah membicarakan Jordan, mengenangnya dengan selalu menyebutnya, memanggil namanya, dan berbicara dengannya. Aku tidak peduli, dia tidak mendengarnya, yang aku tahu bahwa aku dan dia sudah terkoneksi, tidak perlu telinga, tidak perlu kehadiran fisik.

Hari ini, aku dan Josua memutuskan untuk mengenang  setiap detik dari kebersamaan yang pernah kami miliki bersama Jordan. Mengenang bagaimana kami menjalani hari-hari kami, ketika dia tumbuh di dalam rahimku. Membicarakan kembali, hari-hari terakhir kami dengannya. Detik, menit, jam yang dia berikan untuk kami bisa mendengar detak jantungnya, mengetahui kalau dia masih melakukan pergerakan di dalam rahimku lewat berbagai alat yang diletakkan di atas rahimku.

Hari ini, aku dan suami pergi mengunjungi makam anak kami untuk kesekian kalinya. Aku mengajak dia berbicara, menceritakan bagaimana kondisiku, kondisi papanya, Josua. Mengadukan kenakalan-kenalakan Josua, berbagi cerita bagaimana pilunya hatiku dan hati Josua diketiadaannya di tengah-tengah kami, dan bagaimana aku dan Josua bangun di pagi hari dengan menyadari dia sudah bersama dengan Tuhan. Tidak seperti bulan-bulan dimana aku dan Josua pergi ke makamnya, kali ini aku dan Josua memutuskan untuk tinggal lebih lama. Aku dan Josua duduk di atas makamnya, berandai-andai Jordan ada bersama-sama dengan kami. 
Seandainya dia masih hidup, Jordan sudah akan berusia satu tahun. Saat ini, akan menjadi moment dimana Jordan akan sangat menyenangkan untuk digendong, dimana beratnya seperti menyatu dengan lekukan pelukanku dan Josua, Wajahnya akan mirip denganku, dan rambutnya akan tumbuh keriting seperti rambut Josua, dia sudah mulai lancar berjalan, dan sudah mulai memanggil aku mama, memanggil Josua, papa.

Happy birthday, Jordan, anak yang Tuhan beri dan diambil kembali.
Happy birthday, Jordan, anakku dan anak Josua.








No comments: