Saturday, 9 January 2016

Orang Indonesia

Beberapa kali aku berkesempatan mengamati orang - orang Indonesia, yang berasal dari berbagai daerah. Kebenaran aku kuliah di Universitas Indonesia, dimana sesuai namanya Universitas ini terdiri dari berbagai macam orang Indonesia, semua suku di Indonesia sepertinya ada di Universitas ini. Proses pengamatanku terhadap orang - orang Indonesia, terus berlanjut dimana aku bekerja di bagian penempatan orang - orang untuk posisi yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan perusahaan.

Hasil pengamatanku terhadap orang - orang Indonesia yang memiliki banyak budaya, memberiku beberapa kesimpulan. Dimana dengan tegas aku katakan  bahwa kesimpulan yang aku ambil ini belum diteliti secara ilmiah hanya berdasarkan pengamatanku selama 10 tahun menjadi anak rantau yang telah bergaul dengan hampir seluruh suku yang ada di Indonesia. Untuk mempermudah kesimpulan ini, aku membagi dua pengelompokan orang Indonesia, yaitu orang - orang yang lahir dan besar di Pulau Jawa (walaupun orang tua mereka berasal dari luar Pulau Jawa, akan tetapi apabila mereka telah lahir dan besar di Pulau Jawa, tetap aku masukkan ke dalam kategori ini) dan juga orang - orang yang lahir dan besar di luar Pulau Jawa. Durasi waktu lahir dan besar di Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa adalah antara 15 - 18 tahun.

Berikut adalah beberapa kesimpulan yang bisa aku paparkan :
  1. Orang - orang yang berasal dari luar Pulau Jawa dalam menggunakan Bahasa Indonesia lebih baik dan sesuai dengan ejaan yang disempurnakan, dibandingkan dengan mereka yang lahir dan dibesarkan di Pulau Jawa, khususnya di Jakarta dan sekitarnya. Orang - orang yang lahir dan besar di Pulau Jawa, khususnya di Jakarta dan sekitarnya dalam kesehariannya dimana kebiasaan ini terbawa - bawa ke dalam perbincangan formal, menggunkan bahasa gaul. Dan fenomenanya, justru dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak baik inilah yang dianggap mencerminkan masyarakat "kota", sementara yang tidak, dinilai sebagai "kampungan". Dampaknya apa?
  2. Orang - orang yang berasal dari Pulau Jawa yang tidak bisa beradaptasi dengan cepat dalam penggunaan bahasa gaul tersebut sering sekali dan hampir selalu menjadi bahan candaan di dalam pergaulan sehari - hari, yang secara tidak disadari membuat konsep diri mereka menjadi menurun, akhirnya yang muncul ke permukaan adalah rasa minder. Apalagi dengan dialek daerah yang tidak bisa hilang begitu saja, akan menjadi lelucon bagi mereka yang lahir di Pulau Jawa. Hal ini mengakibatkan orang - orang yang berasal dari luar Pulau Jawa berusaha dengan keras untuk sama seperti orang - orang yang berasal dari Pulau Jawa, menggunakan bahasa gaul tersebut. Dimana tidak semua mereka bisa berhasil menggunkannya dengan baik dikarenakan dialek yang sudah lama terbentuk. Sebagai contoh, aku yang sudah menghabiskan 18 tahun awal kehidupanku di Balige, Sumatera Utara, dialek Batak sangat sulit untuk bisa aku sembunyikan di dalam menggunakan bahasa gaul. 
  3. Bukan hal yang baru lagi, bahwa selama ini Pemerintah selalu memfokuskan pembangunan di Pulau Jawa dibandingkan dengan pulau - pulau lainnya di Indonesia. Hal ini sangat berdampak terhadap gaya hidup orang - orang yang tinggal di dalamnya. Kemajuan teknologi, pusat ilmu, kesehatan, hiburan, dan pemerintah semuanya ada di Pulau Jawa. Orang - orang di Pulau Jawa menjadi individu yang lebih terpapar terhadap segala perkembangan zaman. Tak aneh apabila orang - orang yang berasal dari luar Pulau Jawa ini sering sekali mendapat julukan orang kampung. Secara fasilitas, kehidupan orang - orang di Pulau Jawa memang terlihat jauh lebih baik dibandingkan dengan orang - orang di luar Pulau Jawa. Dan hal ini juga berdampak tehadap pola pikir maupun IQ. Orang - orang di Pulau Jawa terlihat lebih cerdas, memiliki IQ lebih tinggi dibandingkan dengan orang - orang dari luar Pulau Jawa. 
  4. Fasilitas yang kurang di luar Pulau Jawa, tidak selalu membawa hal negatif. Sebaliknya hal ini menjadi cambuk bagi banyak orang yang memiliki mimpi untuk kehidupan yang lebih baik, dengan berjuang dan bekerja keras. Dengan latar belakang ini, orang - orang dari luar Pulau Jawa, lebih tangguh, lebih terlihat sebagai pejuang, tidak manja apalagi cengeng, dibandingkan dengan mereka yang lahir dan besar di Pulau Jawa. Walaupun hal ini tidak berlaku untuk semua orang - orang di luar Pulau Jawa. Intinya, hanya mereka yang  mampu ditempa menjadi besi baja. Seleksi alam sangat jelas terjadi bagi orang - orang dari luar Pulau Jawa.


Inti dari kesimpulan ini adalah bahwa dimana pun kita dilahirkan dan dibesarkan, kita adalah orang Indonesia. Benar, kita memiliki latar belakang bahasa, gaya hidup, kebiasaan yang berbeda - beda, akan tetapi kita berada di negara yang sama dan berbendara yang sama, yaitu Indonesia. Karena kesamaan itulah sudah selayaknya kita berjuang bersama untuk kehidupan Indonesia yang lebih baik, dimana hal ini bisa dimulai dengan mencintai tanah dimana kita saat ini, detik ini bernafas. 

No comments: