Posts

TIPS MEMILIH JURUSAN KULIAH

Image
Pertanyaan yang selalu datang kepada adik-adik yang duduk di bangku sekolah, khususnya di SMA dan sederajat adalah jurusan apa yang akan dipilih setelah menyelesaikan masa sekolahnya. Beruntung bagi mereka yang sekolah di perkotaan, mendapatkan keputusan dengan adanya bantuan psikotest yang sering sekali diadakan di sekolah masing-masing. Atau  adanya orang tua yang mampu memfasilitasi mereka bertemu dengan para psikolog untuk mengetahui bakat dan minat mereka. Lalu bagaimana dengan adik-adik yang kerap sekali tidak mendapatkan refrensi di dalam mengambil keputusan ini? Adik-adik tidak sendirian. Saya juga pernah ada di posisi itu sekitar 10 tahun yang lalu. Kebingungan dan nyaris tersesat di dalam memutuskan pilihan jurusan. Berikut adalah beberapa tips berdasarkan pengalaman saya yang semoga bisa membantu adik-adik semua di dalam memilih  jurusan yang akan dipilih untuk didalami nantinya setelah menyelesaikan masa SMA sederajat. Kenali kondisi per...

KALAU BISA GRATIS, MENGAPA HARUS BAYAR?

Beberapa kali dalam berbagai kesempatan aku bertemu dengan banyak orang yang sangat senang menikmati hal-hal yang berbau gratis. Bukan karena tidak mampu secara materi, melainkan telah menjadi sebuah kebanggaan tersendiri apabila mampu mendapatkan sesuatu yang gratis. Kalau ada yang gratis, mengapa harus bayar? Pola pikir seperti ini, masih terukir indah di masyarakt kita. Aku sendiri tidak mau menjadi manusia yang naïf, aku akui mendapatkan sesuatu yang gratis itu adalah anugrah, akan tetapi kalau sampai memfokuskan diri untuk melulu mendapatkan yang gratis, menurutku itu bukanlah sikap yang harus dipertahankan apalagi disosialisasikan kepada anak-anak dan cucu-cucu kita. Salah satu pengalamanku yang paling fenomenal mengenai kegratisan ini adalah ketika aku kuliah di Universitas Indonesia dimana ada begitu banyak mahasiswa yang mengajukan surat tidak mampu untuk bisa kuliah gratis. Memalsukan dokumen pendukung yang dibutuhkan bahkan sampai acting berpura-pura menjadi orang tidak m...

HEALER - drama korea

    Weekend terakhir sebelum lebaran tahun 2015 ini, aku habiskan dengan menonton film serial drama Korea, yang berjudul HEALER. Film ini menceritakan mengenai kehidupan lima sekawan yang memiliki hobby sebagai reporter ilegal. Dimana pada zaman mereka, kebebasan pers sangat dikontrol oleh pemerintah. Oleh karena itu, lima sekawan ini melakukan penyiaran secara sembunyi-sembunyi melalui radio dimana radio itupun hasil rekatan mereka sendiri. Karena nyali mereka yang begitu luar biasa di dalam memberitakan kebenaran, akhirnya mereka selalu menjadi "buronan" polisi. Akan tetapi mereka selalu berhasil dari kejaran polisi dikarenakan adanya team work yang sukup baik di antara mereka berlima. Adapun pembagian peran yang ada dalam lima sekawan ini (empat orang laki-laki dan satu orang perempuan) adalah satu orang menjadi supir yang akan membawa mereka ke perbukitan tempat dimana mereka menyiarkan berita, satu orang bertugas menjadi seksi keamanan yang akan mengecoh polisi atau si...

ITU BUKAN URUSANMU

Di hari Sabtu pagi ini, aku dan suami melakukan saat teduh bersama. Tuhan menyapa kami di pagi hari ini melalui Yohanes 21 : 15 - 22. Dalam perikop ini, Yohanes menuliskan mengenai penampakkan Yesus untuk ketiga kalinya setelah Dia bangkit dari kematian. Bukan hanya menampakkan diri, kali ini Yesus melakukan interaksi personal dengan Petrus. Yesus menanyakan sampai tiga kali kepada Petrus apakah Petrus mencintaiNya?  Dialog selanjutnya antara Petrus dan Yesus adalah mengenai keingintahuan Petrus terhadap murid yang dikasih Yesus, dalam hal ini aku dan suami menduga bahwa murid yang dimaksud adalah Yohanes. Dimana pertanyaan Petrus adalah, "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?' Jawaban Yesus adalah : "Jikalau Aku menghendaki supaya Ia tinggal sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau : ikutlah Aku." (Yoh 21 : 22) Jawaban Yesus ini sangat menokok aku dan suami. Khususnya dalam kalimat, ITU BUKAN URUSANMU. Tetapi engkau, ikutlah Aku. D...

Perkembangan psikososial manusia menurut teori Sigmund Freud

Lima tahapan perkembangan psikososial manusia menurut Sigmund Freud : 1. Fase oral · Manusia mengenal dan merespon dunia luar melalui mulut. Bayi memasukkan segala sesuatu ke mulut dalam upaya pengenalannya akan benda-benda di sekitarnya. Ketika tidak nyaman, lapar, dsb mereka akan meresponnya dengan mulut, yaitu menangis. Untuk mencari putting susu ibu pun dilakukan oleh mulut. Oleh karena itu tugas perkembangan yang harus diselesaikan dalam tahap ini adalah proses penyapihan. · Apabila gagal dalam tugas perkembangan di fase ini maka akan mengakibatkan : o adanya ketergantungan kepada orang lain, misalnya :  tidak mandiri, cengeng, manja; o adanya ketergantungan terhadap benda, misalnya rokok, obat-obatan, game, dsb. · Sikap orang tua atau orang dewasa yang terlalu berlebihan mendampingi anak dalam fase ini juga bisa mengakibatkan anak menjadi orang yang pemilih, misalnya pemilih dalam hal makanan, pakaian, pekerjaan, jodoh, dsb. 2. Fase anal - Pada fase ini, anak...

AKU DAN BUDAYAKU

Bagi masyarakat Indonesia, menikah dan memiliki anak telah menjadi bagian dari siklus kehidupan. Setelah menyelesaikan study , memiliki penghasilan, maka orang tua dan lingkungan pun akan mendesak untuk menikah dan memiliki anak. Kesimpulannya, memiliki penghasilan dan sudah melewati masa pubertas menjadi tiket masuk ke dunia pernikahan.  Bahkan di beberapa kelompok masyarakat tertentu di Indonesia, memiliki penghasilan tetap atau tidak, tidak menjadi masalah untuk memasuki dunia pernikahan. Lebih jauh lagi, apabila belum menikah maka lingkungan sosial akan menilai negatif, dikucilkan, akibatnya yang bersangkutan pun semakin tertekan yang pada akhirnya membawa mereka kepada keputusan untuk menikah walau sesungguhnya tidak ingin. Hanya untuk sebagai status saja. Tidak bisa dipungkiri, negara Indonesia yang memiliki banyak budaya yang masih cukup kental, menjadi penentu dalam keputusan pernikahan. Disinilah akhirnya yang membawa para generasi muda sekarang menyalahkan budaya yan...

Resep Sup Jagung

Image
Dalam setahun ini, berat badanku naik turun drastis. Di bulan Januari sampai dengan Maret 2014, berat badanku di angka 46 kg. Setelah aku divonis oleh dokter, hamil - berat badanku naik drastis. Dari bulan April sampai September 2014, berat badanku di angka 65 kg. Dalam hitungan enam bulan, berat badanku naik 19 kg. Enam puluh lima kilogram adalah angka rekor muriku. Selama 27 tahun aku hidup di dunia ini, ini kali pertama aku berada di angka itu. Dan sekarang di bulan Desember 2014, berat badanku kembali mendekati angka normal, yaitu 50 kg. Masih berharap sih, aku bisa kembali di angka 46 kg. Tetapi suamiku dan orang-orang terdekatku mengatakan aku jauh terlihat lebih segar di angka ini (50 kg).  Penurunan berat badanku yang drastis tentu saja tidak datang secara tiba-tiba dan begitu saja. Aku melakukan diet ketat selama 2,5 bulan untuk bisa mengurangi berat badanku sebanyak 15 kg. Yang kulakukan tentu saja dengan mengurangi makanan yang masuk ke mulutku. Mungkin inilah s...